Nakam-Nakam Uwennaakk…..Ya di Ngalam Aja !!!!

Archive for the ‘Nusantara’ Category

Cerita Tentang Ayam Bakar Madu

Siang itu aku sudah bertengger di sebuah warung di Jl. Sunan Kalijaga 7D Sigura-gura, Malang untuk memenuhi janjiku kepada pemilik warung. Tak lama kemudian seseorang membawakan seporsi makanan yang sebelumnya sudah kupesan. Ayam Bakar Madu!

Aku memanggilnya Mas Rizal. Pemuda asal Malang ini adalah pemilik warung Ayam Bakar Madu. Bisa dibilang ini adalah warung ayam bakar madu satu-satunya di Malang yang bertahan dan konsisten.

Lidahku menyambut potongan ayam bakar yang berlumuran gemulai madu di atasnya. Terasa bumbu ayam bakarnya di dalam daging dan pedasnya sambal membuat mantab.

Sayur kemangi yang menghiasi sajian porsi ayam bakar madu nampak segar dan menawan saat disandingkan dengan potongan mentimun. Ditambah nasi yang digunakan adalah nasi uduk, sehingga bisa dijadikan selingan ketika kita bosan mengkonsumsi nasi putih biasa.

Menurut Rizal, alasannya membuat ayam bakar madu adalah untuk menciptakan inovasi baru yang hanya sedikit terpikirkan oleh orang lain. “Agar tidak jenuh dengan lalapan yang biasa-biasa saja,” ungkapnya. Disamping ayam yang dibalut madu, andalan dari Mas Rizal adalah daging ayam yang empuk. Hal ini membuat konsumen yang merasa eneg dengan daging ayam alot, menjadi doyan.

Warung yang berdiri sejak 20 November 2011 ini cukup di kenal di kebanyakan mahasiswa, karena tempatnya berada di belakang kampus Universitas Islam Malang (UIN). Dengan harga yang sangat bersahabat warung ini menjadi idola. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.500 saja kita sudah bisa menikmati ayam bakar madu. Namun warung ini hanya mampu menampung 12 orang saja. Sehingga terkadang banyak pengunjung yang membeli dan membawanya pulang. Mas Rizal berharap suatu saat nanti ingin melebarkan daerah jajahannya tidak hanya di Malang, tapi di seluruh pelosok negeri ini. ega

Lalapan Bebek Bacem

Makan lalapan bebek mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana rasanya jika bebek tersebut dimasak dengan cara di bacem. Biasanya daging bebek terasa sedikit “alot” tapi lalapan yang satu ini daging bebeknya sangat “empuk“.

Menurut Suharti, pemilik warung lalapan bebek bacem ini, bebek bacem harus didiamkan dulu selama satu hari penuh dalam air yang sudah dibumbui bacem, setelah baru bisa dimasak. “Kalau dibacem rasa dagingnya bisa lebih empuk dibanding dengan biasanya,” papar perempuan 45 tahun ini.

Kita harus merogoh kocek sekitar Rp 17.000 untuk satu porsi lalapan bebek ini. Namun, dengan uang Rp 17.000 Anda dijamin tidak akan merasa menyesal karena rasa dari bebeknya sangat enak. Selain itu, potongan daging bebeknya juga besar.

Lokasi lalapan bebek bacem ini terletak di Jalan Patimura Kota Batu. Dekat pertigaan sebelum ke Pasar Besar Kota Batu. Warungnya terlihat kuno dan terlihat seperti bangunan zaman Belanda dengan ciri khas yang tinggi. Dari arah Kota Malang letak warung Lalapan Bebek Bacem ini berada di kiri jalan setelah Warung Sate Hotplet. ros

Kenikmatan Kuliner di Super Sambal

Seperti yang kita tahu, Kota Malang selain memiliki berbagai tempat wisata yang sangat layak untuk dikunjungi, kota malang juga memiliki berbagai macam kuliner yang tentu saja tidak kalah dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Salah satu warung makan yang tidak hanya menyajikan makanan lezat tetapi juga menyediakan berbagai jenis sambal yang sangat menggugah selera adalah warung Super Sambal (SS).

Warung makan yang terletak di daerah Sengkaling ini menyediakan 27 jenis sambal yang sangat menggugah selera makan.  Selain sambal sebagai teman makan yang wajib, lauknya pun tidak perlu diragukan lagi seperti ayam bakar/goreng, berbagai jenis ikan bakar/goreng,  jamur, belut, udang, cumi-cumi, dsb.  Tidak hanya itu berbagai macam juice dan sayur sebagai pelengkap santapan juga tersedia disana. Kita dapat menikmati makanan sesuai dengan selera kita tanpa harus takut membayar mahal. Karena, selain makanan yang enak, harga makanan di SS ini pun sangat terjangkau.

Menurut salah satu staf karyawan Super Sambal, Nia, warung makan special sambal ini awalnya berdiri pada Agustus 2002 di kota Jogjakarta. Selang beberapa tahun setelah berhasil membuka cabang di beberapa kota, pemilik warung SS ini akhirnya membuka 1 cabang di kota Malang yang selalu ramai oleh para pengunjung.

Karena rasanya yang enak dan harganya yang terjangkau, pengunjung yang datang kesini  tidak hanya berasal dari kalangan orang kantoran tetapi juga mahasiswa. Dan seringkali, tempat ini juga dijadikan tempat perayaan ulang tahun atau reuni bersama. Namun, karena tempatnya yang selalu ramai, terkadang kita harus sedikit menunggu ketika memesan makanan. Tetapi pelayanan yang ramah dan design ruangan yang cukup baik membuat kita betah berlama-lama berada disana.

Jadi, jika anda penikmat sambal atau ingin merasakan kenikmatan sambal yang sebenarnya. Silahkan datang ke JL. Sengkaling No. 150, Malang. Warung ini buka dari selasa hingga minggu mulai pukul 11.00-22.00. rul

Kuah Segar Mie Kocok Bandung

Satu lagi sajian mie yang memiliki rasa khas dan masuk dalam kategori a must eat food. Ya, apalagi kalau bukan Mie Kocok. Makanan asli Bandung ini terdiri dari campuran mie kuning, tauge, kikil kaki sapi, dengan kuah dari rempah – rempah pilihan sehingga wangi dan gurih.

Penamaan Mie Kocok diberikan karena cara pembuatannya yang unik. Mie kuning dan tauge yang telah dimasak setengah matang dikocok di air panas menggunakan saringan khusus. Kemudian mie dan tauge tersebut dicampurkan dengan kuah kaldu lantas diberi kikil sapi. Penyajiannya biasa ditambah dengan seledri, bawang goreng, dan jeruk nipis.

Outlet mie kocok yang terkenal di Kota Malang adalah Mie Kocok Bandung Mang Uci Cabang Malang, yang terletak di bilangan Jalan Arjuna. Bagi yang tidak bisa mengkonsumsi atau kurang menyukai kikil sapi, terdapat varian lain yaitu mie kocok bakso jumbo dan mie kocok ceker. Kisaran harga mie kocok di outlet Mang Uci berkisar antara 11.000 hingga 14.000 rupiah.

Affan Thoriq, manager Mie Kocok Bandung Mang Uci Cabang Malang menerangkan bahwa sebelumnya outlet Mie Kocok Bandung Mang Uci terletak di sebelah Barat Lapangan Rampal. “Sekarang outletnya digabung dekat mie Jogja agar lebih terpusat,” jelasnya. Mie Kocok Bandung Mang Uci memang merupakan salah satu franchise milik pengusaha Puspo Wardoyo yang juga membawahi Ayam Bakar Wong Solo, Mie Jogja Pak Karso, dan Iga Bakar Mas Giri. bi

Mie Aceh, Sensasi Rasa Penuh Rempah

Jika melintas daerah Tlogomas, tak ada salahnya anda mampir ke Warung Aceh. Di tempat makan sederhana yang terletak tak jauh dari SMK PGRI 3 Malang itu Anda bisa mencicipi sajian Mie Aceh yang menggoda selera.

Apa yang membuat Mie Aceh berbeda dari mie lainnya? Umumnya, sajian Mie Aceh berupa mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, atau makanan laut (udang dan cumi) dan bisa disajikan dengan kuah sejenis kari yang gurih dan pedas. Kekhasan mie Aceh terletak pada siraman kuah dan rasa rempahnya yang ‘menggigit’. Sayuran yang digunakan biasanya tauge, tomat, dan mentimun.

Di Warung Aceh tersedia tiga macam mie Aceh, yakni mie yang digoreng, ditumis, atau direbus. Terdapat pula menu spesial yang diberi tambahan telur, daging sapi, dan udang. Dengan merogoh kocek tujuh ribu rupiah untuk menu biasa dan sepuluh ribu rupiah untuk menu spesial, anda dapat menikmati sensasi rasa penuh rempah sajian mie ala Aceh.

Muhammad, pemilik Warung Aceh, selalu memperhatikan mutu masakan yang akan ia olah dan sajikan. Pria asal Aceh tersebut mengatakan bahwa semua  bahan dikirim langsung dari Aceh. “Mie kuningnya juga saya buat sendiri, bukan beli jadi,” tutur pria yang pernah mendirikan Pondok Mie Aceh di daerah Gadang tersebut. Karena hanya dikelola oleh Muhamad dan istrinya, maka warung tersebut buka hanya pada sore hari hingga malam menjelang.

Menurut Muhammad lagi, biasanya Mie Aceh kurang digemari oleh orang Jawa. Hal tersebut disebabkan karena citarasanya yang cenderung pedas dan berbumbu. Umumnya, suku Jawa memang terstereotip menggemari masakan bercitarasa manis. Namun tidak demikian dengan Angel, salah satu pengunjung yang tengah menikmati Mie Tumis Aceh. Gadis berdarah Jawa itu justru suka dengan kekhasan mie Aceh. “Pedasnya mantap, tapi gak berlebihan. Lagipula porsinya banyak banget, jadi makannya puas,” ungkap Angel. bi

Coto Makasar, Soto Ala Sulawesi


Coto Makasar Daeng Rudi Kota Malang

Mendengar kata Coto Makasar memang tak begitu asing lagi di telinga masyarakat Kota Malang. Mengingat, Coto Makasar ini sudah banyak dijual di beberapa wilayah Kota Malang. Salah satunya adalah Coto Makasar Daeng Rudi yang  terletak di Jalan Galunggung No. 31 Kota Malang. Konon Coto Makassar ini adalah hidangan para raja di Sulawesi Selatan.

Jika melihat dari isi dan cara penyajiannya, Coto Makasar ini hampir mirip dengan soto. Kami, tim nakamnakam mencoba memesan Coto Makasar dengan isi daging. Namun, bagi Anda penyuka jeroan jangan khawatir. Karena Coto Makasar Daeng Rudi juga menyediakan Coto Makasar isi hati, paru, cingur dan lain-lain.

Pasangan sajian Coto Makasar adalah lontong dan buras. Buras adalah sejenis lontong khas Sulawesi yang bahan berasnya dicampur dengan santan sebelum dikukus. Meskipun ukurannya tergolong mini,  tapi rasanya sangat gurih.

Harga satu porsi Coto Makassar Daeg Rudi ini terbilang murah, yakni Rp. 12.000. Selain Coto Makasar yang mnejadi menu andalanya. Di sini juga terdapat berbagai menu pilihan khas Sulawesi, antara lain Es Palu Butung, Sop Konro, Sarabba, Es Pisang Ijo, dan Sop Sodara. Nurul

Tag Cloud