Nakam-Nakam Uwennaakk…..Ya di Ngalam Aja !!!!

Archive for December, 2011

Bakso Gun

Untuk para pecinta Bakso yang ingin makan bakso yang kuahnya panas terus sampai tetesan terakhir. Disinilah tempatnya..

Resto Bakso Gun yang terletak dijalan Basuki Rahmat, jalur utama Kota Malang ini menyajikan makanan khas kota Malang, Bakso, dengan cara yang berbeda. Awal masuk ke resto ini, kita memilih dulu bakso yang kita sukai, ada banyak pilihan sajian, mulai siomay ayam dan udang, tahu rebus, hiewan, baso udang, baso daging halus, baso daging kasar(urat), baso telur, sayur sawi, sayur caisim, aneka jamur dan lainnya. Ada juga pilihan goreng-goreng yang tidak perlu kita rebus lagi, seperti goreng panjang, goreng kembang, udang goreng dan lain sebagainya. Harga jualnya juga tidak terlalu mahal, antara 750 rupiah per buah sampai 2500 per buah.

Pilihan sajian ini diletakkan dalam rak-rak bertumpuk seperti layaknya kita memilih sajian di resto-resto suki atau shabu-shabu ala jepang.

Setelah puas memilih, sajian kita bawa ke meja yang sudah disiapkan kompor meja dan panci berisi kuah bakso yang sudah dibumbui. Begitu kuah mendidih, saatnya kita masukkan segala jenis bakso yang sudah kita pilih tadi. Ini lah yang membuat bakso gun akan terasa hangat hingga akhir. Karena, pada saat di makan bakso trsebut direbus sendiri ala steamboat.

Menurut pemiliknya Langga Gunawe, ciri khas dari depot ini adalah cara penyajiannya yang swalayan, dijamin 100% halal. “Terdapat begitu banyak pilihan, kurang lebih 25 jenis produk dan disajikan dengan model steambot (5 menit matang dan tetap hangat.red), papar Langga.

Depot bakso yang terletak di Jl. Kawi Atas 41 Malang Kota ini, selalu ramai oleh pengunjung, terutama pada hari libur. Kebanyakan para pengunjung datang bersama keluarga dan teman untuk menikmati kelezatan bakso ini. rul

Ngobrol Fotografi Sambil Ngopi

Let’s talk about photography while drinks coffee. Mari berbincang fotografi seraya minum kopi. Kalimat tersebut tercetak besar menghiasi dinding kafe 5,6 (five point six) yang berlokasi di bilangan jalan Soekarno-Hatta Malang.

Selain itu, interior kafe five point six juga dipenuhi karya-karya foto dengan kualitas yang tak bisa dibilang main-main. Tempat yang berdiri sejak lebih dari setengah tahun yang lalu tersebut memang mengusung konsep kafe fotografi. Kafe 5,6 awalnya diperuntukkan bagi semua kalangan dan orang yang ingin membincangkan masalah fotografi. Kisworo, pemilik kafe, mulanya ingin membuat satu wadah atau tempat tongkrongan bagi semua fotografer di kota Malang. “Jadi para penggiat fotografi itu bisa menampilkan karyanya di sini,” ungkap Gilang Herman Syarif, staf manajemen kafe yang masih berstatus mahasiswa.

Sehari-harinya, kafe 5,6 tak pernah sepi dari tongkrongan para fotografer atau para model. Komunitas fotografi dari dalam dan luar kota acapkali nongkrong di situ. Belum lagi, kafe tersebut juga kerap menjadi tempat sarasehan dan nonton bareng. Terdapat agenda kegiatan presentasi foto tiap dua minggu sekali di akhir minggu. Namun, bukan berarti kafe 5,6 bersifat eksklusif. Kafe ini tidak tertutup bagi masyarakat awam yang sama sekali tak paham fotografi. “Banyak juga yang biasanya datang meski hanya sekedar sharing,” tutur Gilang lagi.

Soal makanan dan minuman yang disediakan di kafe tersebut rata-rata tak jauh berbeda dengan kafe-kafe lain. Tak ada spesifikasi atau ciri khas yang membedakan kafe fotografi tersebut dengan kafe lain dari segi menu. Tersedia kopi hitam, cappuccino, mochaccino, ice cream, dan sajian kafe lain. Snack yang tercantum di menu hanya roti bakar dan kentang. “Standart sih. Tapi saya selalu pesan cappucino float tiap kali ke sini,” ujar Bayu, salah satu pelanggan tetap yang datang hampir tiap minggu.

Kegiatan hunting foto bersama terakhir yang digagas Five Point Six adalah Road to MAPEX 2011 pada Desember lalu. Gelaran kegiatan yang dilakukan di Riverside tersebut menyambut event besar MAPEX (Malang Photography Expo) 2011 di MX Mall. Rangkaian acara yang dihadirkan antara lain pameran foto, beauty class, fashion show, workshop UKM, make-up character, penampilan dancer, dan lelang produk. bi

Burger Buto

Jika anda ingin bersantai bersama teman-teman dan menginginkan makanan santai namun mengenyangkan. Maka burger buto adalah pilihan yang tepat. Burger buto adalah tempat makan yang terletak di Jalan Sarangan Kota Malangi. Tempat ini menyediakan beberapa burger dengan versi yang sangat unik. Antara lain burger Buto Ijo yang berukuran Jumbo yang berdiameter sekitar 30 cm, dan mungkin bisa dihabiskan oleh 4-5 orang. Karena namanya Burger Buto Ijo, maka bahan roti dalamnya juga berwarna hijau disesuaikan dengan nama burgernya.

Di bagian tengah roti berbentuk lobang seperti kue cake disesuaikan dengan cetakan rotinya. Isi lapisan dalamnya sama dengan burger kebanyakan yaitu berisi daun selada, tomat, timun, mayoinase, daging  burger, dan keju. Harganya juga cukup terjangkau.  Hanya Rp 27.500 bisa dimakan empat orang sehingga jatuhnya harga per orang hanya sekitar Rp 7.000. Ditambah telur harga burger buto ijo menjadi Rp 35.000.

Rasa burger buto ijo seperti burger biasa, terasa gurih keju, manis saos tomat dan pedas cabe, isinya seperti kebanyakan campuran rasa saos tomat, keju dan daging sapi burger. Meski roti burgernya ukuran besar isinya perlengkapan burgernya cukup mengelilingi isi roti. Semua roti diproduksi sendiri karena ukuran rotinya spesial tidak memungkinkan diproduksi pabrik roti lain.

Kedai yang terletak di pojokan jalan ini sengaja diberi nama Kedai 27 karena lokasi kedainya bernomor rumah 27.  Menurut Ibu Indriati pemilik kedai ini, Kedai 27 telah beroperasi di Malang selama sembilan tahun tetapi menu burger buto ijo ukuran jumbo baru terinovasi empat tahun terakhir ini. “Jam operasional buka kedainya mulai pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB. Tetapi khusus menu burger jumbo buto ijo selalu cepat habis. Pada hari libur menu tersebut pada pukul 16.00 WIB sering sudah habis,” tegas Indriati.

Kebanyakan pengunjungnya adalah anak muda yang suka nongkrong. Pada saat survei, penulis mendapatkan beberapa remaja yang sengaja merayakan ulang tahun di tempat ini. Kapasitas kursi sekitar  80 orang selalu penuh. Kursi kayu dan meja persegi disusun berdempetan sehingga terlihat suasana ruangan sesak jika sedang ramai pengunjung. Pemesan burger di Kedai 27 harus bersabar menunggu pesanan karena di waktu ramai pengunjung,  pesanan  bisa datang setelah setengah jam menunggu. rul

Baksoku

Warung “Baksoku” bakso kita semua. Baksoku itulah nama warung bakso yang terletak tepat di jantung kota Malang tepatnya Jl. Zainal Arifin atau terkenal dengan nama daerah Kudusan. Dengan tempat yang sederhana ini tidak menyurutkan para pembeli dan penikmat bakso untuk membeli dan rela menunggu untuk bergantian menggunakan meja makan yang tergolong sedikit bagi penjual yang selalu ramai pengunjung.

Bakso yang disajikan mempunyai ciri khas berbeda pada kuah, dimana kaldu sapi yang sedap dengan kuah yang bening sehingga tampilan penyajiannya begitu bersih dan citra rasa yang alami. Sehingga dapat menggugah para penikmat bakso. Dengan hanya merogoh kocek Rp. 7000.00 kita sudah bisa menikmasi sajian bakso milik Riyadi. “Walaupun memiliki tempat sederhana namun warung bakso ini memiliki kenikmatan yang menjajikan,” papar Riyadi. Maka, bagi Anda yang ingin mencobanya jangan menunggu lama-lama. oio

Mie Aceh, Sensasi Rasa Penuh Rempah

Jika melintas daerah Tlogomas, tak ada salahnya anda mampir ke Warung Aceh. Di tempat makan sederhana yang terletak tak jauh dari SMK PGRI 3 Malang itu Anda bisa mencicipi sajian Mie Aceh yang menggoda selera.

Apa yang membuat Mie Aceh berbeda dari mie lainnya? Umumnya, sajian Mie Aceh berupa mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing, atau makanan laut (udang dan cumi) dan bisa disajikan dengan kuah sejenis kari yang gurih dan pedas. Kekhasan mie Aceh terletak pada siraman kuah dan rasa rempahnya yang ‘menggigit’. Sayuran yang digunakan biasanya tauge, tomat, dan mentimun.

Di Warung Aceh tersedia tiga macam mie Aceh, yakni mie yang digoreng, ditumis, atau direbus. Terdapat pula menu spesial yang diberi tambahan telur, daging sapi, dan udang. Dengan merogoh kocek tujuh ribu rupiah untuk menu biasa dan sepuluh ribu rupiah untuk menu spesial, anda dapat menikmati sensasi rasa penuh rempah sajian mie ala Aceh.

Muhammad, pemilik Warung Aceh, selalu memperhatikan mutu masakan yang akan ia olah dan sajikan. Pria asal Aceh tersebut mengatakan bahwa semua  bahan dikirim langsung dari Aceh. “Mie kuningnya juga saya buat sendiri, bukan beli jadi,” tutur pria yang pernah mendirikan Pondok Mie Aceh di daerah Gadang tersebut. Karena hanya dikelola oleh Muhamad dan istrinya, maka warung tersebut buka hanya pada sore hari hingga malam menjelang.

Menurut Muhammad lagi, biasanya Mie Aceh kurang digemari oleh orang Jawa. Hal tersebut disebabkan karena citarasanya yang cenderung pedas dan berbumbu. Umumnya, suku Jawa memang terstereotip menggemari masakan bercitarasa manis. Namun tidak demikian dengan Angel, salah satu pengunjung yang tengah menikmati Mie Tumis Aceh. Gadis berdarah Jawa itu justru suka dengan kekhasan mie Aceh. “Pedasnya mantap, tapi gak berlebihan. Lagipula porsinya banyak banget, jadi makannya puas,” ungkap Angel. bi

Resep Wedang Gedang

BAHAN:
5 bh pisang kepok, kupas, potong melintang
1 lt air
250 gr gula merah
2 sdm gula pasir
2 lbr pandan
3 bh cengkeh
3 cm kayu manis

CARA MEMBUAT:

  • Rebus air dengan pandan, cengkeh, kayu manis, gula merah dan gula pasir hingga gula larut larut, didihkan beberapa saat, saring, dan kembali didihkan.
  • Masukkan pisang yang telah dipotong. Biarkan pisang masak. Sajikan hangat

Nb : Kalau suka dingin, bisa disajikan dengan es batu. Segar.

Resep Sop Buah

Bahan-bahan :
100 g buah anggur
100 g buah apel
100 g stroberi
100 g daging buah semangka merah
100 g jeruk mandarin kalengan
1 butir kelapa muda, keruk dagingnya
300 mL air kelapa muda
100 mL sirop gula
4 sdm krim bubuk
Susu kental manis
Es batu/es serut

Cara Membuat :
*. Belah-belah buah anggur masing-masing menjadi 2 bagian. Kupas apel, iris dadu 1 cm. Belah-belah pula buah stroberi.
*. Keruk daging buah semangka dengan pengeruk buah hingga berbentuk bola-bola sebesar kelereng. Tiriskan jeruk mandarin dari air perendamnya, sisihkan.
*. Taruh campuran buah di dalam mangkuk-mangkuk saji, tuangi air kelapa, tambahkan sirop gula, krim bubuk, dan susu kental manis (sesuai selera). Tambahkan es batu/es serut, hidangkan.

Sedikit catatan :
Bisa juga menggunakan air mineral atau air soda untuk menggantikan air kelapa muda. Buah-buahan bisa dipilih sesuai selera. Selamat Mencoba Sop Buah.

Tag Cloud